WONOSOBO, dpupr.wonosobokab.go.id – Dalam upaya akselerasi pemeliharaan infrastruktur wilayah sekaligus memperingati Gerakan Indonesia ASRI, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo menggelar aksi lapangan GO BABE (Gotong Royong Babat Beset) pada Jumat (05/06/2026). Kegiatan padat karya dan kerja bakti massal ini dipusatkan di sepanjang Ruas Jalan Lingkar Wonolelo, Wonosobo.
Ada pemandangan yang berbeda dan sarat nilai filosofis dalam pelaksanaan GO BABE kali ini. Seluruh jajaran struktural dan pelaksana DPUPR melepaskan sekat birokrasi dan sekat jabatan demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR, Sekretaris Dinas, bersama seluruh Kepala Bidang hingga staf pelaksana, mereka membaur bersama aparatur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa Wonolelo, komunitas, serta warga setempat.
Tanpa canggung, jajaran pimpinan tinggi dinas ikut turun langsung memegang cangkul, membersihkan sedimen drainase, memotong rumput liar (babat eset) di bahu jalan, serta mengangkut sampah material penutup saluran air. Nilai kesetaraan ini ditunjukkan sebagai komitmen bahwa tanggung jawab merawat infrastruktur daerah adalah milik bersama tanpa memandang tingkat jabatan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo menyatakan bahwa gerakan GO BABE bukan sekadar kegiatan seremonial di lapangan, melainkan sebuah manifestasi dari pembangunan ekosistem pemeliharaan jalan yang interaktif dan kolaboratif.
"Melalui GO BABE, kami ingin mengedukasi dan membangun kesadaran bersama bahwa aduan masyarakat tidak hanya direspons di atas kertas, tapi diselesaikan melalui aksi nyata yang taktis. Hari ini, seluruh keluarga besar DPUPR, dari unsur pimpinan sampai staf, hadir sejajar di lapangan bersama warga. Kami berkomitmen menerapkan prinsip kerja yang Cepat, Murah, Adaptif, Kolaboratif, dan Partisipatif," ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Aksi yang disinergikan dengan Gerakan Indonesia ASRI ini menitikberatkan pada tiga pilar utama pemeliharaan ringan jalan, yaitu:
-
Resik Dalane: Melakukan pembersihan menyeluruh pada bahu jalan demi menjaga keindahan (estetika) kota dan menjamin jarak pandang serta keselamatan para pengguna jalan.
-
Lancar Salurane: Membuka dan membersihkan sumbatan, sampah, serta sedimentasi tanah pada saluran drainase dan gorong-gorong. Langkah preventif ini krusial dilakukan guna mencegah luapan air hujan ke badan jalan yang menjadi pemicu utama kerusakan struktural aspal.
-
Aman Wargane: Memanfaatkan momentum turun lapangan sebagai ruang deteksi dini (early warning) untuk memetakan titik-titik kerusakan jalan agar dapat segera disiapkan intervensi teknis yang cepat sebelum kerusakan meluas.
Langkah taktis ini selaras dengan program unggulan daerah Kabupaten Wonosobo, yakni "Dalan Maer, Rejeki Omber", di mana ketersediaan infrastruktur jalan yang mantap dan akuntabel diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat Wonosobo yang Sehat, Resik, Indah, Sejahtera, Adil, dan Makmur.